Ilustrasi pria pekerja keras. (Sumber: Pexels)

Oleh: Risma Kholiq

Puluhan tahun yang lalu, tepatnya 35 tahun yang lalu pria tampan nan gagah yang bekerja sebagai kuli barang di Pelabuhan Jambi. Mengenakan kaos hitam pendek, celana pendek berwarna hitam, sabuk lebar berwarna hitam melilit pinggangnya yang tidak begitu ramping dan tidak begitu gendut. Rambutnya berantakan dan gondrong sampai ke bahu. Jari-jarinya yang besar dan keras karena mengangkat barang-barang berat di Pelabuhan. Dia, Aryanto, tampil bak pria pekerja keras, yang berusaha mengumpulkan uang demi kehidupannya di masa yang akan datang.

    Saat usia 27 tahun, Aryanto pindah profesi menjadi karyawan di pabrik Kawasan Industri MM2100 Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Wajahnya masih tampan, semangat dalam mengumpulkan uangnya pun tak berkurang. Hanya gaya rambut saja yang berubah, tak lagi seperti dulu. Sekarang dipotong pendek dan rapi, tidak sampai menjejak bahu.

Tatkala Aryanto datang untuk berkencan ke rumah Wanita sang pujaan hati yang tinggal di Jalan Selayar II Kavling K-1 Desa Telajung, Jawa Barat, itu terdengar sayup-sayup suara burung berkicauan di atas pohon. Seorang wanita berusia senja menyilahkan Aryanto duduk di kursi kayu panjang untuk menunggu. Lantai teras kering dan panas karena terik matahari yang memancar. Sepeda butut juga terpapar panas di teras rumah. Induk ayam bersama anak-anaknya mencari makan di halaman rumah. Suasana ini, ditambah kicauan burung yang merdu dan hembusan angin yang lembut, menimbulkan kesan tenang, damai, dan tentram.

kicauan burung yang merdu tiba-tiba terputus. Sebagai gantinya, sosok wajah cantik nan ayu muncul dari balik pintu. Mengenakan T-shirt berwarna putih, celana panjang biru, sandal jepit berwarna hitam. Bibirnya yang dipoles lipstik merah muda, matanya berkelap-kelip manja, pipinya merah merona, dan dia adalah Dasih, si Wanita pujaan hati Aryanto. “Hmm… maaf lama menunggu,” ucapnya sambil senyum manis ke Aryanto.

Dasih duduk tanpa canggung di samping Aryanto. Pandangannya ke depan, agak menunduk, seraya senyum senang atas kehadiran Aryanto. Obrolan singkat di atas kursi kayu panjang sebelum pergi berkencan. “Bagaimana kalau kita makan bakso Mang Ujang,” ujar Aryanto.

Bakso Mang Ujang di gang depan Jalan Selayar II Kavling K-1 sangat ramai. Banyak pembeli mulai dari kalangan anak-anak, remaja, orang dewasa bersantap di sana. Aryanto memesan 2 mangkok bakso urat dan 2 gelas es teh manis. Aryanto mengambil tempat dekat dengan kipas angin…. (Desember 2022)